Festival Ekonomi Kreatif

Situs blog resmi Festival Ekonomi Kreatif Tk SMA dan Sederajat se-Indonesia (FEKSI)

Kerajinan Purun Juga Berpotensi

3 Komentar

Oleh :     Ramadhan Feisal (SMAN 1 Banjarbaru)

Ramadhan Feisal.

Indonesia, merupakan negara kaya dengan Sumber Daya yang berlimpah. Baik itu Sumber Daya Alam (SDA) maupun Sumber Daya Manusia (SDM). Semua itu berpotensi untuk memacu tingkat perekonomian. Negara kita juga mempunyai chance dan capability untuk mengekspor barang ke luar negeri, kendalanya kesadaran masyarakat akan hal ini masih terbilang kurang. Jika hal ini lamban ditangani, efeknya akan berdampak pada pasar ekspor yang mengalami penurunan dan pasar domestik yang lebih didominasi produk-produk luar.

Kemudian, muncul sebuah gagasan atau ide pengembangan dunia perindustrian di Indonesia. Salah satu caranya melalui Ekonomi Kreatif yang merupakan konsep ekonomi di era baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan  ide dan stock of knowledge dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya, dan mempunyai peran yang signifikan terhadap dunia perindustrian di Indonesia serta kemajuan suatu Negara di abad ke-21 ini. Dalam hal ini, kita tidak hanya berbicara tentang kekayaan intelektual atau penciptaan nilai, tetapi bagaimana cara menjadi seorang entrepreneur yang baik dan benar, seperti cara produksi, cara mengembangkan usaha, berinovasi dan berkreasi juga perlu diperhatikan.

Konsep ini sendiri mempunyai 14 subsektor, subsektor kerajinan adalah salah satunya. Kerajinan merupakan kegiatan kreatif  yang berkaitan dengan kreasi, produksi dan distribusi produk yang dibuat dan dihasilkan oleh tenaga pengrajin yang berawal dari desain sampai dengan proses penyelesaian produk, antara lain meliputi barang kerajinan dari batu berharga, serat alam maupun buatan, kulit, rotan, bambu, purun, kayu dan berbagai sumber daya alam lain.

Di Kalimantan Selatan ada beberapa subsektor kerajinan, salah satunya purun. Jika dikelola dengan baik, Kalsel dapat menjadikan purun sebagai pendongkrak pembangunan ekonomi daerah. Karena, dilihat dari segi tenaga kerja masih banyak yang memiliki mood terhadap subsektor ini dan bahan dasar purun cukup mudah diperoleh di Bumi Lambung Mangkurat ini.
Seperti yang dilakukan seorang entrepreneur asal Margasari. Ia sudah lima tahunan menekuni usaha kerajinan anyaman. Berbagai jenis produk olahan dari bahan purun dan rotan pernah ia buat. Kualitas produk pun selalu ia jaga. Tak heran, karyanya bisa berkibar di tingkat nasional. Bahkan, ia sempat menjadi eksportir selama beberapa waktu karena topi purunnya diminati orang Spanyol.

Agar bisa tetap eksis, ia pun kerap berpromosi ke luar daerah. Puluhan pameran di berbagai daerah pernah ia ikuti, baik menggunakan kocek pribadi maupun dari bantuan pemerintah daerah. Ia yakin, pameran cukup membantunya dalam hal promosi dan penjualan. “Topi purun saya sudah pernah diekspor ke Spanyol. Itu berkat ikut pameran kerajinan di Yogyakarta,” kata perempuan yang memperoleh keterampilan secara turun temurun ini.

Selain topi purun, hasil kerajinannya yang cukup diminati pasar nasional adalah tas anyaman bunga berbahan rotan. Ia mengirim karyanya itu dua kali sebulan dengan jumlah sedikitnya 200 item. “Tas produk saya yang banyak diminati adalah tas pakai poring. Harganya hanya Rp 25 ribu per buah,” ucapnya.

Dari hasil kerja kerasnya selama ini, ia pun telah banyak mengumpulkan pundi-pundi untuk keluarganya. Kini, omsetnya mencapai tak kurang dari Rp 20 juta per bulan. Sedangkan kerajinan anyaman yang dibuatnya lebih banyak berbahan rotan, purun dan jangang.

Pemerintah daerah juga ikut andil dalam peningkatan komoditi kerajinan anyaman purun ini. Contohnya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Program pelatihan terhadap para pengrajin purun, diharapkan nantinya kuantitas dan kualitas output yang dihasilkan dapat berkembang serta membentuk para pengrajin yang kreatif dan inovatif.

Artinya, subsektor kerajinan purun memiliki peluang di pasar domestik maupun pasar ekspor. Namun, hal ini bukan berarti tanpa kendala. Meningkatnya ongkos produksi, daya saing produk yang masih rendah, minimnya sosialisasi ekonomi kreatif, dan pemerintah belum menjadikan subsektor ini sebagai pendapatan daerah yang penting merupakan beberapa kendala yang harus ditanggulangi.

Kerjasama antar pemerintah dan entrepreneur sangat diperlukan. Problem pengrajin harus segera diatasi oleh pemerintah terkait, seperti dalam hal surat perizinan usaha, modal, dan pembudidayaan bahan dasar, serta peningkatan kualitas para pengrajin. Sedangkan para entrepreneur sebagai penghasil output juga memilki peranan penting. Mereka harus berwawasan luas, dapat berinovatif, berani mengambil resiko, gigih, ulet, dan pandai memanfaatkan peluang.

Beberapa riset diperlukan dalam pengembangan ekonomi kreatif ini agar sejalan dengan kebutuhan industri. Inovasi tersebut harus siap diaplikasikan baik dalam upaya meningkatkan efesiensi dalam proses produksi, meningkatkan kualitas produk, bahkan untuk memberikan nilai tambah sumber daya alam dengan pengembangan produk baru.

Pemerintah mengharapkan industri kreatif akan terus berkembang dalam dunia perindustrian di Indonesia. Hal ini secara tidak langsung akan memacu tingkat perekonomian, khususnya bagi penduduk indonesia, baik itu dari segi pendapatan, penghasilan, dan segi lapangan pekerjaan.

Jadi, Industri kreatif membuka peluang untuk menuangkan ide dan kreatifitas disertai dengan dukungan dari pemerintah yang ingin memajukan industri kreatif ini, memudahkan siapa saja untuk ikut berkecimpung dalam dunia industri kreatif ini. Oleh sebab itu, kita dituntut untuk cermat dan pandai membaca situasi. Kita harus bisa memanfaatkan peluang sekecil apapun, dan berani mengambil resiko serta jangan ragu untuk mengaplikasikan idea tau inovasi yang dimiliki. ***

About these ads

Author: asmonowikan

An Optimistic and romantic man...!

3 thoughts on “Kerajinan Purun Juga Berpotensi

  1. yeeeeeeeee smansa bjb ngborong,,,,
    faisal selamat yaa,,,
    tmn2 slamat brjuang,,, :)

  2. tak ada kata yg pantas selain LUAR BIAASAAAA,
    sekolah pertama yg meraih double winner di ajang FEKSI 2010…
    selamat, selamat, selamat.

  3. Saya sangat tertarik dengan apa yang dibuat dan saya selaku pelaku UKM merasa sangat bangga dengan hasils kerajinan INdonesia. Jika bapak ingin bergabung dengan kami di Trading House Rumah UKM silahkan buka fb kami di : tradinghouserumahukm@gmail.com.
    Atau jika ingin kontak kami bisa di :
    RUMAH INDONESIA GALLERY
    ADDRESS ; PONDOK PINANG RAYA NO.56 KEB LAMA JAKARTA SELATAN INDONESIA.
    TELP/FAX : 021.7508571, 7508572
    CP : YAN RAZIF TELP 0819.0514.3918 ATAU 0812.1834.1634

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 593 pengikut lainnya.