Festival Ekonomi Kreatif

Situs blog resmi Festival Ekonomi Kreatif Tk SMA dan Sederajat se-Indonesia (FEKSI)

Surabaya menebar “ancaman”

3 Komentar

Suasana telmit FEKSI di Surabaya.

Surabaya, kota bertajuk ibukota propinsi Jawa Timur, itu selalu mendapat tempat dan catatan tersendiri setiap kali Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) Pusat menggelar program bagi kalangan pelajar SMA. Masih kuat dalam ingatan, pada penyelenggaraan Olimpiade Membaca APBN (OMASI) tahun lalu, jumlah peserta plus suporter di Surabaya mengungguli kota-kota yang lain. Ketika itu, tak kurang dari 400 pelajar dan guru “membanjiri” OMASI 2009 wilayah Surabaya dan sekitarnya. Dan kali ini, dalam ajang FEKSI 2010, event di Surabaya juga diprediksikan panitia akan seru sekali.

“Kami sangat optimis event FEKSI di Surabaya pada 1 – 2 November 2010 akan dihadiri lebih dari 300 peserta dan suporter,” ujar Yamin, koordinator FEKSI wilayah Surabaya menebar optimisme. Indikasi ke arah itu pun sangat terbuka. Ini terbukti dari jumlah sekolah yang menghadiri telmit hari ini yang dilaksanakan di RM Biyung, kawasan Gubeng, Surabaya, mencapai 25 sekolah. Mereka antara lain berasal dari SMAN 2 Surabaya, SMAN 6 Surabaya, SMAN 3 Surabaya, SMAN 7 Surabaya, SMAN 9 Surabaya, SMAN 1 Sidoarjo, SMAN 1 Ngoro, SMAN 1 Pandaan, SMKN 4 Surabaya, dan SMAK St Louis. Sebagian dari sekolah itu kerap menjadi peserta pada event-event SPS di Surabaya.

Kehadiran salah satu juri, Pranaya Yudha Mahardika, staf pengajar FE – Unair yang akan menilai performa debat dan kualitas naskah artikel di Surabaya, ikut menghangatkan suasana telmit. Ditambah cerita pengalaman Bunga Rizki Ananda, mahasiswi program studi D3 Perpajakan  FE – Unair, yang merupakan alumnus OMASI 2009, membuat semangat peserta telmit makin membuncah.

“Ini bukanlah event yang sekadar akan menguji kemampuan menghafal teori, namun juga berbasiskan pada pengetahuan umum yang harus dikuasai teman-teman,” beber Bunga memberi testimoni. Dan yang tidak kalah pentingnya, “Sertifikat event semacam ini sangat laku sebagai ketika dilampirkan dalam pendaftaran ujian masuk perguruan tinggi dari jalur tanpa tes,” tegasnya menguak rahasia.

Sungguh pun tidak menguji kemampuan teoritis peserta, Yudha berharap para peserta debat dan artikel harus tetap memiliki pengetahuan dan analisa yang cukup mengenai ekonomi kreatif. “Kemampuan dan pengetahuan yang memadai itulah sebagai bekal dalam menyusun strategi berdebat, maupun untuk dipergunakan dalam menyusun artikel,” ungkap Yudha.

Event FEKSI wilayah Surabaya direncakan akan diadakan di Aula Universitas Muhammadiyah, Surabaya. Kemeriahan dan kualitas peserta FEKSI di Surabaya, jelas menjadi “ancaman” tersendiri bagi siapa pun finalis tingkat nasional dari sembilan kota lain. Semangat arek-arek Suroboyo macam itulah yang harus diperhatikan lawan-lawan mereka di grand final 22 Desember mendatang. ***

Penulis: asmonowikan

An Optimistic and romantic man...!

3 thoughts on “Surabaya menebar “ancaman”

  1. siiip, kota surabaya adlah kota pahlawan

  2. Wah sayang gak bisa hadir… trus diupdate ya artikelnya, biar teman-teman yang di luar surabaya bisa tahu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s