Festival Ekonomi Kreatif

Situs blog resmi Festival Ekonomi Kreatif Tk SMA dan Sederajat se-Indonesia (FEKSI)

SMAN 1 Banjarbaru raih double winner FEKSI

4 Komentar

Para jawara (I - III) lomba debat FEKSI wilayah Kalsel.

Luar biasa….!!! Sungguh sebuah prestasi yang tidak biasa. Di kota kedelapan perhelatan Festival Ekonomi Kreatif Tk SMA dan Sederajat se-Indonesia (FEKSI) 2010, sebuah raihan spektakuler berhasil ditorehkan SMAN 1 Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel). Ya… Mereka menyapu bersih gelar juara lomba debat dan lomba menulis artikel FEKSI wilayah Kalsel, yang digelar di Banjarmasin, 26 – 27 November 2010.

Dalam babak final yang berlangsung sengit, tim debat SMAN 1 Banjarbaru yang beranggotakan Rina Fransiska (17), Jihan Anggraini (16), dan Annisa Rahmah (15), berhasil mematahkan perlawanan tim SMAN 1 Banjarmasin dan SMAN 1 Martapura. Babak final FEKSI wilayah Kalsel ini layak disebut sebagai “The battle of SMANSA”. Ketiganya kebetulan adalah SMAN 1 di kota masing-masing.

Juara I - III lomba menulis artikel FEKSI wilayah Kalsel.

Tiga soal yang dilontarkan kepada tiga tim itu, menambah seru suasana perdebatan. Tim SMAN 1 Banjarmasin, sebetulnya tampil sangat dingin, pun dengan SMAN 1 Martapura. Sayangnya, kerjasama antar tim dari ketiganya, masih kalah dari tim debat SMAN 1 Banjarbaru. “Itulah sebabnya, kami mengganjar SMAN 1 Banjarbaru tiket ke Jakarta mewakili Kalsel dalam grand final FEKSI 2010,” ungkap Kukuh Sanyoto, salah satu juri dari unsur Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) Pusat.

Tim SMANSA Banjarbaru tak cuma tampil seimbang. Mereka juga mempertontonkan sikap dan kualitas berdebat yang menjanjikan. “Saya kira mereka akan sangat kompetitif bersaing dengan juara-juara dari sembilan propinsi yang lain,” lanjut Syarituah Siregar, juri dari FE-Universitas Lambung Mangkurat.

Kebahagiaan SMAN 1 Banjarbaru makin menjadi-jadi, setelah wakil mereka di lomba menulis artikel juga mencatat hasil maksimal, meraih juara I. Ramadhan Feisal (16), menemani tim debat sekolahnya berhak mewakili Kalsel ke Jakarta pada grand final FEKSI 2010. Pada fase penjurian artikel, Feisal, demikian ia karib disapa, sebenarnya berada di peringkat lima. Namun pada babak presentasi, ia mampu membalikkan sejarah, dengan merebut tahta gelar juara.

Penampilan Feisal yang menulis artikel bertajuk Kerajinan Purun Juga Berpotensi, sangat prima pada babak presentasi. Ia berhasil meyakinakan dewan juri tentang potensi kerajinan Purun yang ia tulis. Keberhasilannya semakin lengkap, manakala lawan-lawannya yang berada di peringkat lebih atas pada fase penilaian artikel, ternyata tidak mampu tampil maksimal pada fase presentasi dan uji materi oleh juri.

Selengkapnya, hasil final lomba debat FEKSI 2010 wilayah Kalimantan Selatan berdasarkan peringkat adalah: 1). SMAN 1 Banjarbaru; 2). SMAN 1 Banjarmasin; 3). SMAN 1 Martapura; 4). SMA 1 Banjarbaru; 5). SMA PGRI 6 Banjarmasin; 6). SMAN 7 Banjarmasin; 7). SMAN 4 Banjarmasin; 8). SMAN 1 Banjarmasin; 9). SMAN 3 Banjarmasin; 10). SMAN 3 Banjarmasin; 11). SMA Hasbunallah Tabalong.

Sedangkan, urutan selengkapnya para pemenang (10 besar) lomba artikel FEKSI Kalsel adalah: 1.Ramadhan Feisal, SMAN 1 Banjarbaru (76,87); 2. Dzaka Asriel Faris, SMAN 8 Banjarmasin (76,775); 3. Rizki Akbar Mujahid, SMAN 1 Banjarmasin (74,27); 4. Fauzur Rahman, MAN 1 Banjarmasin (74,005); 5. Dina Mizani, SMAN 8 Banjarmasin (72,9); 6. Muhammad Erfa Redhani, MAN 1 Banjarmasin (71,05); 7. Nurina Nadhifi Suria, SMAN 3 Banjarmasin (70,745); 8. Wahdatul Hasanah, SMAN 4 Banjarmasin (70,475); 9. Muhammad Hafizh Ridho, MAN 1 Banjarmasin (70,39); dan 10. Fitria Indah Murwani, SMA PGRI 6 Banjarmasin (68,51).

FEKSI wilayah Kalsel diikuti oleh 20 tim debat dari 12 sekolah dan 23 peserta artikel dari 11 sekolah se-Kalimantan Selatan. Acara ini terselenggara atas kerjasama Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) Pusat dan Kementerian Perdagangan RI, serta didukung oleh Banjarmasin Post. ***

Penulis: asmonowikan

An Optimistic and romantic man...!

4 thoughts on “SMAN 1 Banjarbaru raih double winner FEKSI

  1. Sebelumnya selamat untuk para pemenang, cuma membingungkan untuk lomba artikel, ini yang diperlombakan artikelnya atau adu debatnya (berbungkus presentasi). Bagi saya lomba Feksi tahun ini hanya berisi lomba debat untuk semua katagori. Saya sama sekali tidak melihat penilaian juri untuk lomba artikel seperti menyebutkan meneliti kedalaman tulisan, kesuaian judul dan alur tulisan, yang saya perhatikan semua juri sibuk melontarkan pertanyaan bahkan opini untuk dijawab dan didebatkan. Perlu diingat, seorang fotografer, seorang pelukis hanya mampu memoto atau melukis, tapi belum tentu ia mampu mempresentasikan foto atau lukisannya melalui bahasa lisan, begitu pula penulis artikel, bisa menulis belum tentu bisa mempresentasikan. Sehingga ketajaman pemikiran seseorang penulis artikel hanya bisa dilihat dan dirasakan melalui bahasa “tulisan” bukan lisan. Karena itu, hargailah kemampuan pribadi seseorang yang berbeda beda. Jika begini, sayang sekali artikel bagus namun sia sia. Maka seluruh pemenang kesatu kemarin menurut saya adalah pemenang untuk katagori lomba debat. Selamat!

    • Bu Mommy, terima kasih atas masukan dan kritikannya…. Kami akan jadikan bahan untuk evaluasi FEKSI 2011. Sekadar mengingatkan saja, sejak technical meeting tempo hari, kami sudah membeber aturan, bahwa lomba artikel akan terdiri dari dua fase: fase penilaian artikel dan fase penilaian presentasi. Bobot masing2 fase adalah 70% dan 30%. Fungsi presentasi ada beberapa hal. Antara lain untuk mengetahui apakah si penulis artikel benar-benar menguasai apa yang ia tulis; memastikan originalitas karyanya; sekaligus mengindikasi kemungkinan terjadinya (maaf) plagiatisme. Di era gaya copas (copy paste) dari internet saat ini, kami harus kritis betul, apakah karya peserta benar2 murni dari sudut pandang mereka sendiri, atau sekadar “menyadur” pemikiran dan pendapat dari internet. Dalam konteks inilah, presentasi HARUS kami lakukan….!

      Ibu betul, seorang penulis belum tentu pintar bercakap. Pun seorang orator belum tentu bisa menulis teks pidato yang bagus. Yang kami cari –mudah2an bisa– adalah seorang penulis artikel yang bagus sekaligus mampu menyampaikan gagasannya secara meyakinkan (public speaking) di depan publik. Inilah FEKSI… Saya kira, FEKSI pasti memiliki banyak kekurangan. Toh demikian, kami juga memiliki konsep dan mekanisme yang –barangkali– tidak semua orang sepakat terhadapnya. Sama dengan ketika kami ditanya, mengapa konsep debat FEKSI tidak seperti model debat di televisi? Jawaban kami jelas: FEKSI memiliki cara sendiri, dan kami yakin cara kami tidak salah, meski cara orang lain juga benar.

      Dengan demikian, kami sangat senang menerima kritik, masukan, dan saran-saran bagi perbaikan FEKSI tahun2 berikutnya. Insya Allah, kami akan kembali ke Banjarmasin tahun depan dengan kualitas sistem dan –mudah-mudahan– peserta yang juga lebih menjanjikan. Terima kasih sekali… Salam FEKSI dan kreatif selalu…!!!

  2. congrats yaaa buat sman 1 Banjarbaru yg udh raih “double winner”… salut…. smg menang d tngkat nasional…😉

    salam. SMAN 1 Banjarmasin

  3. kangen dengan lomba ini
    🙂
    Muhammad Erfa Redhani juara 6 artikel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s