Festival Ekonomi Kreatif

Situs blog resmi Festival Ekonomi Kreatif Tk SMA dan Sederajat se-Indonesia (FEKSI)

Komplain Rangkap Kepesertaan

3 Komentar

Baru tadi malam, jelang Jumat (16/12) tengah malam konfigurasi 10 besar peringkat peserta lomba artikel Festival Ekonomi Kreatif Tk SMA dan Sederajat se-Indonesia (FEKSI) 2011 dilansir panitia. Pagi ini, Sabtu (17/12) sebuah komplain, diterima panitia. Komplain, tepatnya informasi, itu menyebutkan bahwa salah satu dari penghuni 10 besar lomba menulis artikel juga mengikuti lomba debat di tingkat kota.

Panitia pun bertindak cepat. “Kami akan segera cek, verifikasi, dan selidiki informasi tersebut. Sekiranya benar, maka kami akan mendiskualifikasinya,” ucap Asmono Wikan, Ketua Panitia FEKSI 2011 merespons kejadian ini. Masih menurut Asmono, panitia memang belum sempat memverifikasi nama-nama peringkat 10 besar itu apakah juga terlibat dalam lomba debat atau tidak. “Kami berprasangka baik saja. Bahwa para peserta lomba menulis artikel bukan peserta lomba debat. Sehingga proses verifikasinya belum sempat kami lakukan, guna mengejar tenggat pengumuman tadi malam,” imbuh Asmono.

Sesuai peraturan, panitia FEKSI 2011 memang melarang peserta melakukan rangkap lomba. Peserta lomba menulis artikel tidak boleh merangkap atau mengikuti lomba debat dan sebaliknya. Asmono berjanji, bahwa panitia akan segera melakukan pembaruan informasi peringkat 10 besar setelah melakukan cek dan ricek pagi ini. “Insya Allah siang atau sore ini pembaruan (update) sudah bisa kami posting,” lanjut Direktur Eksekutif Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat ini, seraya mengucapkan terima kasih atas sikap kritis yang disampaikan peserta FEKSI 2011. “Terima kasih, terima kasih. Ini adalah bentuk perhatian para peserta dan pemerhati FEKSI kepada kami.” ***

Penulis: asmonowikan

An Optimistic and romantic man...!

3 thoughts on “Komplain Rangkap Kepesertaan

  1. panitia yth….
    andai saja bukan sekolah kami yg jadi pemenang debat juara II di Palembang, mungkin panitia dan peserta lain tidak akan menyadarinya…..sayang sekali…sudah diumumkan di media elektronik sehingga mengecewakan ybs dan mematikan kreativitas siswa tsb karena biar bagaimanapun peserta debat yg dapat berdebat juga dapat menulis memiliki nilai plus. Kami pegang kata-kata panitia atau aturan juri yg mengatakan keputusan dewan juri tidak bisa diganggu gugat. Selamat untuk pemenang….mudah-mudahan ini tidak terulang di masa yang akan datang dan mendapat ridho Alah SWT, Amin.

  2. Saya rasa peraturan ini cukup fair karena mengingat hal ini juga diberlakukan untuk perlombaan tahun sebelumnya . . .
    menurut saya bukan masalah mematikan kreatifitas siswa atau karena siswa tsb berkompeten,tapi mungkin panitia ingin memberi kesempatan yang lebih luas kepada siswa siswi lainnya untuk juga dapat “merasakan” berada di dalam 10 besar kontestan. . . .
    Jika seluruh peserta debat mengikuti lomba artikel dan 10 besar peseta artikel adalah 10 besar lomba debat juga,bagaimana menurut anda ???
    hal inilah mungkin yang di hindari oleh panitia . . .

    Mungkin untuk kedepannya,sebelum mengikuti suatu pertandingan hendaknya di perhatikan dahulu syarat dan ketentuan lomba,sehingga tidak ada pihak yang disalahkan dan tidak ada yang merasa dirugikan maupun dicurangi…

    Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s