Festival Ekonomi Kreatif

Situs blog resmi Festival Ekonomi Kreatif Tk SMA dan Sederajat se-Indonesia (FEKSI)


6 Komentar

Ekonomi Kreatif Perkuat Cinta Produk Dalam Negeri Serta Menguatkan Jati Diri Bangsa

Oleh: Anggi Martha Paradila Rusadi, SMKN 3 Denpasar

Anggi Martha PR.

Sebagai bangsa yang besar, bangsa Indonesia saat ini semakin tergerus arus globalisasi. Globalisasi yang terus menyerang kaum manusia di berbagai belahan dunia. Salah satunya di negeri yang sangat kita cintai Republik Indonesia, generasi  muda kita kini semakin terlena oleh buaian manis teknologi modern yang juga akibat arus globalisasi. Bukan hanya teknologi modern, tetapi fenomena yang kini terjadi dimana generasi muda kita lebih menyukai produk buatan luar negeri.

Produk buatan luar negeri yang lebih maju dalam mutu dan kualitas adalah salah satu penyebab mengapa produk dalam negeri tak banyak disukai dibandingkan dengan produk luar negeri. Siapa yang patut disalahkan produk buatan dalam negeri atau bangsa kita yang dominan memamerkan produk buatan luar negeri? Apa yang terjadi bila sebagian besar masyarakat kita menyukai produk buatan luar negeri?

Akankah perekonomian bangsa kita untung? Kapan kita mulai bertindak menyeimbangkan bahwa mutu dan kualitas produk dalam negeri setara dengan produk buatan luar negeri? Bagaimana cara kita menyerang anggapan bahwa produk dalam negeri “harganya mahal tapi tak berkualitas”? Akankah dengan mengembangkan ekonomi kreatif dapat mengubah anggapan bahwa kulitas produk luar negeri lebih bermutu dibandingkan dengan produk dalam negeri?

Baca lebih lanjut

Iklan


3 Komentar

Kerajinan Purun Juga Berpotensi

Oleh :     Ramadhan Feisal (SMAN 1 Banjarbaru)

Ramadhan Feisal.

Indonesia, merupakan negara kaya dengan Sumber Daya yang berlimpah. Baik itu Sumber Daya Alam (SDA) maupun Sumber Daya Manusia (SDM). Semua itu berpotensi untuk memacu tingkat perekonomian. Negara kita juga mempunyai chance dan capability untuk mengekspor barang ke luar negeri, kendalanya kesadaran masyarakat akan hal ini masih terbilang kurang. Jika hal ini lamban ditangani, efeknya akan berdampak pada pasar ekspor yang mengalami penurunan dan pasar domestik yang lebih didominasi produk-produk luar.

Kemudian, muncul sebuah gagasan atau ide pengembangan dunia perindustrian di Indonesia. Salah satu caranya melalui Ekonomi Kreatif yang merupakan konsep ekonomi di era baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan  ide dan stock of knowledge dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya, dan mempunyai peran yang signifikan terhadap dunia perindustrian di Indonesia serta kemajuan suatu Negara di abad ke-21 ini. Dalam hal ini, kita tidak hanya berbicara tentang kekayaan intelektual atau penciptaan nilai, tetapi bagaimana cara menjadi seorang entrepreneur yang baik dan benar, seperti cara produksi, cara mengembangkan usaha, berinovasi dan berkreasi juga perlu diperhatikan.

Konsep ini sendiri mempunyai 14 subsektor, subsektor kerajinan adalah salah satunya. Kerajinan merupakan kegiatan kreatif  yang berkaitan dengan kreasi, produksi dan distribusi produk yang dibuat dan dihasilkan oleh tenaga pengrajin yang berawal dari desain sampai dengan proses penyelesaian produk, antara lain meliputi barang kerajinan dari batu berharga, serat alam maupun buatan, kulit, rotan, bambu, purun, kayu dan berbagai sumber daya alam lain.

Baca lebih lanjut


4 Komentar

Penyebaran Virus-K di Kalangan Pelajar

Oleh: Maharani, siswi SMAN 5 Semarang

Maharani

Saat ini dunia menjalani era industri gelombang keempat, industri yang menempatkan kreativitas dan inovasi sebagai penggerak pertumbuhan perekonomian bangsa. John Howkins menambahkan bahwa era industri kreatif ini merupakan lanjutan dari era informasi. Penegasan ini tertulis dalam bukunya yang berjudul The Creative Economy (2001). Produk yang kreatif dan inovatif tersebutlah yang akan survive di era perdagangan bebas.

Apabila industri kreatif dapat diimplementasikan di Indonesia secara menyeluruh, bukan tidak mungkin  akan mendongkrak pertumbuhan perekonomian Indonesia di tengah menipisnya sumber daya alam Indonesia akibat eksploitasi secara besar-besaran yang dilakukan perusahaan besar tanpa diiringi pembaharuan sumber daya alam. Dengan menipisnya SDA Indonesia akan mendorong pemerintah untuk mengimpor bahan baku, dan hal itu akan mengakibatkan melemahnya pasar domestik. Dalam hal ini produsen dituntut untuk memikirkan bagaimana caranya memanfaatkan barang seadanya hingga mampu menghasilkan suatu barang yang memiliki nilai estetika dan nilai manfaatnya yang tinggi. Dengan demikian akan menghasilkan nilai jual yang tinggi  dan dapat menguatkan pasar domestik.

Baca lebih lanjut


2 Komentar

Ekonomi Kreatif dalam Bakat Fotografi dan Sinematografi

Oleh:Iffah Atqa, SMA Plus Negeri 17 Palembang

Iffah Atqa.

Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia. Seperti dua sisi mata uang yang berbeda, kuantitas penduduk yang besar ini tentunya akan memberikan dampak positif dan dampak negatif dalam segala bidang. Salah satu bidang yang sangat vital dan nyata mempengaruhi kelangsungan hidup masyarakat adalah bidang ekonomi. Seiring dengan perkembangan zaman, problematika perekonomian yang semakin kompleks dan rumit tidak hanya dihadapi oleh penduduk usia produktif, namun juga penduduk di bawah usia produktif, seperti siswa usia sekolah.

Dalam menghadapi berbagai problematika perekonomian tersebut, salah satu solusi yang saat ini mulai dikembangkan adalah bidang ekonomi kreatif. Konsep Ekonomi Kreatif sendiri merupakan sebuah konsep ekonomi di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan  ide dan stock of knowledge dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Dari pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa pusat orbit dari perkembangan ekonomi kreatif adalah ide, kreatifitas, dan potensi dari individu-individu itu sendiri. Hal ini akan membuka peluang bagi semua masyarakat Indonesia untuk ikut berperan dalam sektor ekonomi kreatif tersebut, tanpa ada batasan umur dan batasan status sosial.

Baca lebih lanjut


2 Komentar

Ekonomi Kreatif: Jarum dalam Tumpukan Jerami, Sumber Daya Tak Terbatas Pendongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Oleh: Amanda Wijayanti (SMAN 1 Jogjakarta)

Amanda Wijayanti.

Pepatah, “Bagai mencari jarum dalam tumpukan jerami” biasa diartikan sebagai sesuatu yang mustahil dilakukan. Tetapi bisakah Anda bayangkan apa yang terjadi ketika tangan Anda mengaduk-aduk jerami dan malah menemukan jarum? Tertusuk jarum tantu berbeda rasanyan dengan tertusuk jerami, walaupun dua benda itu bentuknya sama-sama tipis. “Jarum” yang muncul diantara “Jerami” itu ternyata memberi efek yang mengejutkan bagi anda, hal ini mirip dengan fenomena lahirnya Ekonomi Kreatif.

Apa itu Ekonomi Kreatif?
Zaman terus berputar, begitu pula dengan perekonomian. Pada zaman dahulu orang-orang melakukan usaha pemenuhan kebutuhannya melalui Sektor Pertanian, ketika abad bergeser sedikit lahirlah Ekonomi Industri, tidak lama kemudian mulai populer Ekonomi Informasi.

Pada era yang makin maju dan makin menantang, kompetisi menjadi semakin keras. Negara-negara sibuk dengan usaha menghasilkan terobosan-terobosan terkini untuk menggondol predikat “Negara Maju”. Keadaan di mana persaingan yang makin banyak menuntut dihadapkan dengan terbatasnya sumber daya (baik alam maupun non-alam) membuat orang jadi berpikir untuk mencari alternatif yang lebih efisien dan mneguntungkan.

Baca lebih lanjut


5 Komentar

Pemanfaatan sampah kabel, kayu, dan kemasan minuman sebagai souvenir antik

Oleh: Lucyana Erlita Purnama Putri (SMKN 7 Surabaya)

Lucyana Erlita Purnama Putri

”Bukan lautan hanya kolam susu, …kail dan jala cukup menghidupimu…..tongkat dan kayupun jadi tanaman…” Itulah penggalan lirik lagu dari Koes Plus. Apa maksud dari lirik lagu tersebut?  Benar, apapun kondisi ekonomi Indonesia saat ini, kalau kita mau berinovasi segalanya akan bisa terwujud. Alam dan bumi Indonesia sangat mendukung potensi yang kita miliki. Dengan sedikit sentuhan kreatifitas tangan kita, sampah pun bisa jadi ladang penghasilan bagi kita. Di luar sana banyak sekali orang yang meraup banyak keuntungan dari sampah. Sampah sangat melimpah sekitar kita, lalu bagaimana memanfaatkannya?

Pemanfaatan Sampah di SMK Negeri 7 Surabaya
Di SMKN 7 Surabaya terdapat 10 program keahlian. Setiap program keahlian tersebut menghasilkan banyak sampah. Seperti di program keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik, banyak membuang kabel-kabel bekas, di program keahlian Bangunan, membuang serbuk kayu, coral kecil, dan potongan kayu. Dari kantin sekolah pun juga menghasilkan banyak sampah dari kemasan minuman dan makanan ringan menjadi barang antik yang bernilai tinggi.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Grafis desainer, industri kreatif yang berpeluang besar

Oleh: Muhammad Reysa (SMAN 2 Makassar)

Muhammad Reysa

Indonesia negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia ini terus mengalami perkembangan. Pemulihan, perbaikan dan pengembangan di segala sektor terus digalakan. Hal ini tentu membawa dampak yang signifikan bagi kelangsungan perekonomian Indonesia. Tak dapat dipungkiri bahwa permasalahan ekonomi merupakan topik hangat pembicaraan para aktor perekonomian saat ini. Pemerintah pun telah berupayah mencari beberapa solusi guna mengatasi permasalahan-permasalahan perekonomian Indonesia.

Salah satu solusi yang ditawarkan oleh pemerintah yaitu program Ekonomi Kreatif. Konsep Ekonomi Kreatif sendiri merupakan sebuah konsep ekonomi di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan  ide dan stock of knowledge dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Hal ini berarti ekonomi kreatif lebih menekankan kepada kreativitas, ide dan inovasi dari Sumber Daya Manusia (SDM) itu sendiri. Dengan adanya ekonomi kreatif kita akan menjadi semakin kreatif dalam menyajikan produk-produk dalam negeri dan ini juga dapat membuka pasar persaingan produk-produk baru yang lebih inovatif, sehingga kita dapat meningkatkan daya saing produk nasional dalam menghadapi pasar Internasional.

Baca lebih lanjut