Festival Ekonomi Kreatif

Situs blog resmi Festival Ekonomi Kreatif Tk SMA dan Sederajat se-Indonesia (FEKSI)


1 Komentar

Bicara Dari Hati

Chyntia, Ayu, dan Putri. Tim debat SMAN 1 Denpasar, Juara I debat FEKSI 2012 wil Bali.

Lomba debat FEKSI 2012 di Denpasar, meruapkan kesan menonjol di banyak peserta. Salah satunya dari Ni Putu Putri Puspitaningrum (17), punggawa tim debat SMAN 1 Denpasar yang berhasil menjadi jawara debat FEKSI 2012 wilayah Bali. “Lomba debat FEKSI berbeda dari lomba debat lain. Kita bisa bicara dari hati,” ujar gadis yang ingin jadi psikolog itu dalam sarat makna. Sedari awal dirancang, memang lomba debat FEKSI tidak memainkan pola pro-kontra yang lazim terjadi dalam lomba debat  di manapun.

FEKSI sungguh berbeda. Karenanya, “FEKSI ajang yang bergengsi dan mengajarkan banyak hal kepada kami,” sambung Ni Made Chyntia Trisna Eva Dewi (17), kolega Putri. “Amazing…!”  imbuh Chyntia yang bercita-cita ingin membuka banyak lapangan pekerjaan itu. Tak ayal, Dewa Ayu Viennita Verdyanti Suria (17), anggota lain tim debat SMAN 1 Denpasar yang ingin menjadi dokter mempertegas, “Soal debat FEKSI benar-benar menguji kemampuan kita!”

Andhari, Nareswara, Sita. Tim debat SMAN 4 Denpasar. Runner up FEKSI 2012 wil Bali.

Sementara itu, serasa mewakili kawan-kawannya di tim SMAN 4 Denpasar, sang runner up debat FEKSI 2012 wilayah Bali, Putu Ayu Seri Andhari (17), salah satu personilnya merasakan keikutsertaan di FEKSI bakal memotivasinya untuk terus belajar dan memperluas wawasan. Juara II adalah ganjaran setimpal bagi calon dosen ekonomi yang merayakan ulang tahunnya ke-17 kemarin, 30 Juni 2012.  Walaupun singkat, komentar I Putu Nareswara Wiadnyana (16), menggambarkan perasaan umum tim debat SMAN 4 Denpasar sebagai juara II. “Senang (tentu saja),” ujar Nareswara yang kelak ingin menjadi seorang investor itu. Adapun punggawa ketiga tim ini, Sita Pradnyasuari Utami (17) mengaku bangga timnya bisa menjadi juara. “FEKSI adalah event yang baik sekali untuk menambah wawasan ekonomi kreatif pelajar,” ujar dara yang menggantung cita sebagai pengamat ekonomi.

Kompiang, Ratih, dan Novi. Tim debat SMAN 3 Denpasar. Juara III FEKSI 2012 wil Bali.

Menjadi juara III, buat  Luh Putu Ratih Kumala Dewi (16) anggota debat SMAN 3 Denpasar sudah berkesan. Apalagi, “Lombanya seru!” ujar remaja yang ingin menjadi pengusaha ini. Meski sedikit kurang puas karena belum menjadi juara pertama, namun Ni Putu Kompiang Ratna Dewi (17),  yang 27 Juni lalu merayakan ulang tahun ke-17, merasa ketagihan ingin ikut kembali tahun depan jika diperkenankan. “Sungguh, FEKSI memang keren,” pungkas Putu Novi Arfirsta Dharmayani (18), personil ketiga tim debat SMAN 3 Denpasar yang senang ngeblog itu menutup kesannya terhadap FEKSI tahun ini.

FEKSI 2012 wilayah Bali diselenggarakan oleh Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan RI, dan didukung oleh Bali Post, SPS Cabang Bali, serta Telkomsel. ***

Iklan


Tinggalkan komentar

Syukur Nikmat

Adriani, Fadel, Syakirah. Tim debat MAN 2 Model Makassar. Juara I FEKSI 2012 wilayah Sulsel.

Tiada kata yang tepat mengungkapkan sebuah kegembiraan yang diperoleh, selain rasa syukur atas nikmat yang didapat tersebut. Begitulah cara Syakirah Mahani (16), Adriani Amalia Risky (17), dan Fadel Muhammad (17), tim debat MAN 2 Model Makassar, yang berhasil menjuarai lomba debat FEKSI 2012 wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (22/6), di gedung Baruga Telkomsel, Makassar. “Keberhasilan ini membuat saya sangat senang, bangga, dan termotivasi untuk giat belajar lag,” ungkap Syakirah yang kelak ingin menjadi guru ekonomi.

“Saya sangat bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT ini. Bangga, karena FEKSI menjadi jembatan meraih impian,” timpal Adriani sang calon pengacara. Menurut Fadel yang berangan-angan menjadi menteri keuangan, FEKSI merupakan sebuah kegiatan yang bagus untuk mengungkapkan pendapat dan ide-ide kreatif para pelajar.

Andriano, Khumaira, Evan. Tim debat SMAN 17 Makassar. Juara II FEKSI 2012 wilayah Sulsel.

Sementara itu, Khumaira (16), salah satu punggawa tim debat SMAN 17 Makassar yang menjadi runner up debat FEKSI 2012 wilayah Sulsel, berucap pendek nan sarat apresiasi, “FEKSI fantastis…!” Ia pun menambahkan, bahwa hasil yang ditorehkan timnya sungguh di luar dugaan meski “hanya” menjadi juara II. “Saya sangat berkesan (dengan) FEKSI,” aku calon duta besar RI itu. Dua koleganya, Evan Christopher (16) dan Andriano PS (16), juga merasakan kesan yang sama. “Waw…!” ujar Andriano mengesankan timnya sebagai juara. “Semoga FEKSI tahun depan lebih waw,” lanjutnya yang kelak ingin jadi diplomat.  “Pencapaian kami masih harus ditingkatkan (di lain waktu),” imbuh Evan sang calon menteri luar negeri.

Maria, Amanda, Karsy. Tim debat SMAN 5 Makassar. Juara III FEKSI 2012 wilayah Sulsel.

Menjadi juara III sungguh tak dinyana oleh Amanda Apriani (16), Maria Victoria (15), dan Karsy Afrilianty (17), tim debat FEKSI SMAN 5 Makassar. “Saya bangga sekali. FEKSI kali ini luar biasa. Beda dibandingkan dua tahun lalu,” ungkap Karsy yang bercita-cita menjadi dosen ekonomi. “Sungguh menarik FEKSI ini. Saya pun bangga dan senang menjadi juara,” lanjut Maria sang calon dokter. “Pencapaian ini membuat kami kaget. Kami sangat mendukung lomba ini,” pungkas Amanda yang ingin menjadi wirausaha.

Ya. Setelah absen tahun lalu, FEKSI 2012 kembali ke Makassar dan menghasilkan MAN 2 Model Makassar sebagai jawara wilayah Sulawesi Selatan.  FEKSI 2012 di Makassar diselenggarakan oleh Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat dan Kementerian Perdagangan RI, serta didukung oleh Harian Fajar dan Telkomsel. ***


2 Komentar

Good Festival Ever…!

Rizky, Lisni, dan Bintang. Tim debat FEKSI SMAN 4 Medan. Juara I debat FEKSI 2012 wilayah Sumut.

“Rencana Tuhan memang selalu indah. Kami tidak menyangka mampu menyabet juara debat FEKSI 2012 wilayah Sumatera Utara,” ujar Lisni Agnes (17), salah satu punggawa tim debat SMAN 4 Medan, sang jawara FEKSI di propinsi ini.  Bersama dua koleganya, Rizky Said Remadha (16) dan Bintang Yosua Ronibasa (16), mereka akan mewakili Sumut pada grand final FEKSI 2012 di Jakarta, Juli mendatang. “Tuhan itu baik banget. Terima kasih FEKSI bagi kesempatan ini,” lanjut Bintang yang menggantung asa sebagai akuntan.

“Very-very unbelievable..!” seru Rizky yang ingin menjadi Gubernur Bank Indonesia, ini menimpali. Begitu semangatnya mengikuti FEKSI dan mendapati timnya sebagai juara I wilayah Sumut, Lisni yang juga ingin menjadi akuntan, tak kuasa kembali berkomentar, “Perjuangan yang tidak sia-sia. It is good festival ever…!” Sambung Rizky, “Sangat disiplin karena tepat waktu acaranya. Benar-benar good festival.”

Yunika, Erwin, Jane. Tim debat SMA Methodist I Medan, juara II debat FEKSI 2012 wilayah Sumut.

Menyandang peringkat kedua timnya dalam ajang ini, Jane Oibanitehenia Gulo (16) yang memperkuat SMA Methodist I Medan, tak kuasa menyembunyikan kegembiaraanya. “FEKSI was amazing…!” ujar calon menteri pariwisata dan ekonomi kreatif itu singkat tapi penuh makna. Dua koleganya, Yunika Sihaloho (15) dan Erwin Fermana Siregar (16) tak luput dari rasa bangga atas keberhasilan tim mereka. “Menjadi juara FEKSI memang sangat membanggakan. Namun pengalaman mengikuti FEKSI kali ini jauh lebih berharga,” ucap Erwin yang bercita-cita sebagai dokter. “Benar-benar pertandingan yang seru dan menambah pengalaman. Semoga tahun depan FEKSI bisa lebih baik lagi,” imbuh Yunika yang juga ingin menjadi dokter itu.

Helen, Wyncent, Vivia. Tim debat SMA YP Sultan Agung Medan, juara III debat FEKSI Sumut.

“FEKSI fantastis…! Bisa menjadi motivasi untuk mengembangkan talenta anak-anak muda di Indonesia,” seru Wyncent Halim (16), salah satu skuad tim SMA Yayasan Perguruan Sultan Agung Medan, sang pemenang III debat FEKSI 2012  wilayah Sumut. Menurut remaja yang berkeinganan menjadi diplomat ini, FEKSI adalah sebuah organisasi (kegiatan) yang baik dan luar biasa bagi pengembangan bakat siswa kreatif. Kesan senada tentang FEKSI juga meluncur dari Helen Huwinata (16) dan Vivia Sanders (17) kolega Wyncent di tim yang sama. “Senang menjadi juara. Acaranya juga sudah baik,” ungkap Helen sang calon pengusaha. “Saya merasa bangga dan senang dengan hasil yang kami raih,” imbuh Vivia yang juga calon pengusaha ini.

Komentar para jawara FEKSI 2012 di Medan ini memang tidak salah. Meskipun baru pertama kali menyambangi Medan, antusiasme para peserta FEKSI di Medan sungguh luar biasa. Ini tak lepas dari dukungan penuh para peserta, SPS Cabang Sumatera Utara, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, serta Telkomsel yang ikut memeriahkan FEKSI 2012 wilayah Sumut. FEKSI 2012 diselenggarakan oleh Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan RI. ***


Tinggalkan komentar

Kebanggaan yang Tulus

Della, Diky, dan Muliyana. Anggota Tim Debat FEKSI SMAN 7 Banjarmasin.

Kemenangan tim debat SMAN 7 Banjarmasin yang berhasil mewakili Kalimantan Selatan (Kalsel) pada grand final debat FEKSI 2012 Juli mendatang di Jakarta, menyisakan semburat kebanggaan tulus di wajah ketiga punggawanya, Muliyana Nur Assyida (17), Diky Anjas Pratama (17), dan Della Aristanti Charismarini (16). “Saya merasa sangat senang, bangga, dan bersyukur kepada Allah SWT (atas pencapaian ini),” ujar Della yang suka menulis dan membaca buku ini mewakili kedua kawannya.

Bagi Diky, prestasi timnya ini adalah sebuah kebahagiaan tersendiri yang tidak disangka sebelumnya. Baginya, yang menggemari bermain teater, FEKSI sangat bermanfaat bagi pelajar karena banyak memberikan informasi tentang ekonomi kreatif. Nada bahagia dan penuh syukur juga meluncur dari mulut Muliyana. “Kami (pantas) bersyukur karena mampu menjadi juara I di Banjarmasin dan (mewakili Kalsel),” ungkap dara yang menggantung cita sebagai Menteri Keuangan ini kelak.

Novia, Ana, dan Akhmad. Tim debat FEKSI SMAN 3 Banjarmasin.

Walau harus berada di posisi runner up, tim debat SMAN 3 Banjarmasin yang diperkuat Ana Noviana (15), Akhmad Salafuddin (15), dan Novia Ayu Sundari (16), tetap merasa bersyukur atas hasil yang mereka peroleh kali ini. “Saya akan  terus belajar dan berusaha kembali lagi di ajang FEKSI tahun depan,” tekad Ana yang senang membaca dan jalan-jalan ini. Dalam benak Akhmad, ia bahkan merasa tak bisa berkata apa-apa menyadari hasil yang diraih timnnya pada debat FEKSI 2012 wilayah Kalimantan Selatan. “FEKSI sangat mengagumkan dan harus diselenggarakan tiap tahun,” imbuh pria yang senang membaca novel tersebut. Tak mau kalah, Novia yang menggantung asa sebagai sutradara pun berucap pendek penuh nada syukur, “Alhamdulillah…!”

Nuryani, Eka, dan Billyes. Tim debat FEKSI SMKN 1 Banjarmasin.

Keinginan untuk kembali ikut FEKSI 2013 deras meluncur dari bibir Nuryani Agustina (15), salah satu punggawa tim debat SMKN 1 Banjarmasin yang menjadi juara III lomba debat FEKSI 2012 wilayah Kalsel. “Seru, menegangkan, dan pastinya tahun depan saya ingin ikut lagi,” ujarnya yang ingin menjadi akuntan itu kelak. Koleganya, Eka Oktaviani (16), bahkan merasa gugup tatkala diumumkan sebagai juara III. Sungguh pun demikian, Eka yang juga ingin menjadi akuntan itu sangat senang meraih hasil seperti ini. Sebuah harapan datang dari Billyes Barreva Fessy (15), anggota tim debat SMKN 1 Banjarmasin. “Semoga FEKSI terus berlanjut,” ucap dara yang senang membaca dan ingin menjadi akuntan tersebut.

Begitulah dari propinsi “Seribu Sungai”, Kalimantan Selatan, wajah-wajah penuh  bakat dan berprestasi yang menghuni peringkat I, II, dan III lomba debat FEKSI 2012 tersebut melontarkan kebanggaan tulus mereka sebagai juara dengan iringan nada syukur yang dalam. FEKSI 2012 wilayah Kalimantan Selatan diselenggarakan oleh Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan RI, serta didukung oleh Harian Banjarmasin Post dan Telkomsel. ***


3 Komentar

Pembuktian yang Sempurna

Tim SMAN 6 Palembang. Juara I Debat FEKSI 2012 wilayah Sumatera Selatan.

Keberhasilan menjadi jawara debat FEKSI 2012 wilayah Sumatera Selatan di Palembang, Jumat (25/5) adalah sebuah bagian dari pembuktian yang sahih. Begitulah setidaknya bagi Putri Vinasella Vrasedya (16), salah satu punggawa tim debat SMAN 6 Palembang. “Alhamdulillah, saya akhirnya dapat membuktikan kepada teman-teman dan tentunya orang tua (melalui pencapaian juara FEKSI 2012),” ucap gadis yang ingin menjadi dokter sekaligus pengusaha itu penuh syukur.

Lomba debat FEKSI 2012 wilayah Sumatera Selatan di Palembang buat Putri sungguh menyenangkan. “Seru dan memacu adrenalin saya,” lanjutnya dengan nada antusias. Nyaris senada, koleganya di satu tim, Giovanny Putri Andini (14), berucap, “Keren. Benar-benar bisa mengubah mindset untuk menjadi orang yang lebih baik.” “Saya sangat bahagia,” imbuh remaja yang ingin jadi pengusaha itu. “Ini akan membuat bangga orang tua dan teman-teman saya,” lanjut Riyan Rafie Wiranata (16) anggota tim debat SMAN 6 Palembang yang lain yang senang mengotak-atik komputer Macintosh.

Menjadi juara, memang pembuktian sempurna bagi siapapun. Tak terkecuali bagi tim SMAN 6 Palembang ini. Tiket ke Jakarta mengikuti grand final FEKSI 2012 bulan Juli kini ada di tangan mereka. “Semoga kalian bisa tampil maksimal mengharumkan nama Sumatera Selatan,” pesan Tien Yustini, salah satu juri debat FEKSI 2012 di Palembang. “Selamat. Kami mendukung kalian di babak grand final,” imbuh Ahmad Yani, salah satu punggawa tim debat SMAN 15 Palembang yang menjadi juara II, menyemangati anak-anak SMAN 6 Palembang lewat komentarnya di blog FEKSI. Sebuah ucapan sportif yang pantas ditiru.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Tradisi Juara SMAN 2 Surabaya

Tim debat SMAN 2 Surabaya. Jawara FEKSI 2012 wilayah Jawa Timur.

Keberhasilan tim debat SMAN 2 Surabaya mewakili Jawa Timur dalam grand final FEKSI 2012 bulan Juli mendatang, bukanlah hal yang mengagetkan bagi panitia. Penampilan mereka sejak babak penyisihan hingga final wilayah Jawa Timur di Gedung Telkom, Jalan Ketintang Surabaya, Selasa (22/5), membuktikan bahwa memang layak merebut tiket grand final tersebut. Disamping itu, SMAN 2 Surabaya memiliki tradisi panjang sebagai pemenang kegiatan-kegiatan serupa yang pernah digelar Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat sejak 2008.

Tak ayal, jika kini tim debat SMAN 2 Surabaya yang diawaki Vita Kartika Cahyarani (16), Aicha Shavira Ashuryani (16), dan Aldila Irsyad (16), tampil sebagai jawara “bak” kembalinya tradisi juara di tangan mereka. “Amazing. Dua tahun lalu (2010), saya ikut debat FEKSI dan finish di posisi kelima. Tahun ini, saya memang menargetkan bisa merebut juara pertama,” ungkap Aicha yang sudah mempersiapkan matang dirinya dan tim SMAN 2 Surabaya sejak tahun lalu. Menurut remaja yang senang membaca dan ingin menjadi pengusaha ini, FEKSI sungguh menyenangkan dan bermutu.

Koleganya dalam satu tim, Vita Kartika Cahyarani mengakui hal yang sama. “Debatnya menyenangkan. Meski saya merasa kaget karena baru kali ini ikut FEKSI langsung juara,” kata calon ahli politik internasional ini. “Saya juga merasa puas. Bahagia rasanya menjadi juara,” timpal Aldila yang menggantung cita sebagai penasihat hukum itu.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Ganjaran Bagi Konsistensi Semangat

Juara I debat FEKSI 2012 wilayah Jogjakarta. Tim SMA Pangudi Luhur Sedayu, Bantul.

Mempertahankan sebuah semangat dan motivasi dalam jangka panjang bukan pekerjaan mudah. Butuh konsistensi luar biasa yang harus terus-menerus dihidupkan. Bagai bara api yang tak pernah padam. Selalu menyala-nyala. Predikat ini, layak disematkan pada tim debat SMA Pangudi Luhur Sedayu Bantul, yang diawaki Andreas Adhi Eko Prasetyo (17), Maria Ike Susilowati (16), dan Bernadeta Dewi Christiyanti (17), sang jawara debat FEKSI 2012 wilayah Jogjakarta.

Semangat bertanding mereka luar biasa. Setiap tahun di ajang FEKSI, kehadiran mereka yang penuh sorak-sorai bersama para pendukung dan guru pembimbingnya, selalu menjadi bagian dan warna tersendiri.  Itulah barangkali yang membuat Andreas dan timnya mampu bertanding penuh energi sejak babak penyisihan hingga final di Jogjakarta. Sungguhpun begitu, mereka tak menyangka bakal menjadi juara pertama. “Senang sekali menjadi juara. Ini tidak kami sangka sebelumnya,” ucap Andreas yang menggantung cita sebagai pastor.

Dua koleganya mengamini ucapan itu. “Saya bangga banget dan mendapat banyak pengalaman baru,” kata Maria yang ingin menjadi guru itu. “FEKSI sebuah event yang bagus banget,” imbuh Dewi, si calon psikolog.

Baca lebih lanjut